Umur Panjang Bermanfaat atau Umur Panjang Penuh Dosa

Umur Panjang Bermanfaat atau Umur Panjang Penuh Dosa

Allah SWT berfirman:

وَلَتَجِدَنَّهُمْ اَحْرَصَ النَّاسِ عَلٰى حَيٰوةٍ ۛ وَ مِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا ۛ يَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَ لْفَ سَنَةٍ ۚ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهٖ مِنَ الْعَذَابِ اَنْ يُّعَمَّرَ ۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَ 
wa latajidannahum ahroshon-naasi ‘alaa hayaah, wa minallaziina asyrokuu yawaddu ahaduhum lau yu’ammaru alfa sanah, wa maa huwa bimuzahzihihii minal-‘azaabi ay yu’ammar, wallohu bashiirum bimaa ya’maluun

“Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 96)

 Kehidupan dunia itu membuat manusia (kita semua) lalai karena terlalu menikmati hingar bingar dan gemerlapnya dunia hingga lupa amalan yang akan dibawa ketika mati kelak. Beberapa tidak ingin mati dilihat dari ketakutan mereka akan kematian.

Dan dalam ayat tersebut manusia ingin hidup lebih lama bahkan lebih lama lagi dalam menikmati dunia ini. Kebahagiaan yang terpancar dari menikmati dunia ini membuat manusia enggan melepasnya, beberapa bilang : ” Hidup itu untuk dinikmati dan bahagia itu adalah nikmat. Mosok hidup harus sedih mulu..”

Sesungguhnya hidup yang panjang seperti yang dijanjikan Allah dalam menjalin silaturahmi itu mengacu pada asas kemanfaatan manusia dalam mematuhi ketentuan Allah sehingga berbuah amal ibadah. Semakin hari semakin berkurang jatah hidup kita, artinya semakin sedikit amal yang dapat kita raih untuk kita pertanggung jawabkan. Oleh sebab itu, ketika kita merasa masih banyak salah dan dosa, seyogyanya kebahagiaan nikmat dunia itu bukan target yang hendak kita cari, meskipun boleh kita dapatkan.

Wallahua’lam bishawab

KENAKALAN,KEMALASAN dan KECERDASAN anak apa sebabnya ? 

KENAKALAN,KEMALASAN dan KECERDASAN anak apa sebabnya ? 

Sebelumnya kita harus mengetahui dulu bahwa otak manusia yang mengatur tentang berfikir itu ada didepan kepala kita, yang dalam bahasa medis disebut PFC (Pre Frontal Cortex). PFC sendiri berfungsi antara lain :
1. Konsentrasi.
2. Memahami salah dan benar.
3. Pengendalian diri. 
4. Menunda kepuasan.
5. Berfikir kritis.
6. Merencanakan masa depan.


Sayangnya PFC itu mudah sekali rusak. kerusakan itu antara lain disebabkan karena :
1. proses fisik, yaitu benturan keras serta Narkoba.
2. proses non fisik, yaitu pornografi serta emosi.


Dalam pembahasan ini ingin kami sampaikan yang terkait dengan proses non fisik yaitu keluarnya hormon-hormon dopamine, kortisol,amphetamine dan lain2 yg keluar secara berlebihan karena proses emosi (gejolak jiwa) yang pada akhirnya dapat merusak sel-sel otak anak.

Yang menarik adalah penelitian dari seorang ahli neurologi bernama LISE ELIOT seorang profesor dari Franklin University di Chicago yang dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa bentakan dari orang tua itu dapat merusak jutaan sel otak anak. dapat dibayangkan bahwa anak akan mengalami kemunduran serta kemampuan daya nalar karena bentakan atau emosi dari orang tuanya. oleh sebab itu wajar bila kemampuan anak mengalami hambatan dalam merespon keadaan sekelilingnya. anak bisa saja menjadi malas, anak juga bisa menjadi nakal karena naluriahnya.

Otak adalah instrumen yang berfungsi untuk mengendalikan, merencanakan dan membedakan antara manusia dengan hewan, oleh sebab itu ketika otak itu tidak berfungsi dengan baik, maka sifat naluriah itu akan dominan menguasai diri anak.

Jadi penting kiranya orang tua itu mengadakan perbaikan diri dalam berfikir dan berkehendak dalam hal-hal yang positif dan bermanfaat serta mengendalikan diri dan menahan diri dari emosi. pengendalian diri itu dapat dilakukan dengan seringnya mawas diri pada waktu2 tertentu serta sering bertemu dengan rekan dan saudara yang selalu membicarakan hal-hal yang baik, hal-hal yang konstruktif, misalnya saling menasehati, saling berbagi dan berdiskusi.

Anak yang belum akil baliq sesungguhnya dapat dirubah oleh orang tuanya yaitu dengan merubah mindset selama ini hingga anaknya mengalami masalah kecerdasan. Hal ini juga didukung oleh seorang ilmuwan dari Draxel University bernama BRIAN LEE, Ph D yang menyimpulkan dari penelitiannya bahwa depresi orang tua mempengaruhi nilai (kecerdasan) anak dan solusinya adalah orang tuanya harus memperbaiki diri. Kami dari SAR ELEVEN hadir dengan memberikan solusi apa saja dan bagaimana orang tua itu dalam merubahnya

MENGAPA HARUS MEMAAFKAN, BERHENTILAH KERAS DAN KASAR SERTA EFEKNYA DI DUNIA

MENGAPA HARUS MEMAAFKAN, BERHENTILAH KERAS DAN KASAR SERTA EFEKNYA DI DUNIA

Allah SWT berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِ ۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
fa bimaa rohmatim minallohi linta lahum, walau kunta fazhzhon gholiizhol-qolbi lanfadhdhuu min haulika fa’fu ‘an-hum wastaghfir lahum wa syaawir-hum fil-amr, fa izaa ‘azamta fa tawakkal ‘alalloh, innalloha yuhibbul-mutawakkiliin

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 159)

 Lemah lembut itu bagian dari rahmat Allah. oleh sebab itu harus diupayakan, jangan membiarkan keadaan diri kita berlaku keras dan berhati kasar. karena orang tidak suka dengan orang yang keras yang sesungguhnya datang dari hati yang kasar.
 Orang yang lemah lembut itu tercermin dari tingkah laku dan lisannya yg memang lembut didengar telinga kita dan terlihat dari tingkah laku kita yang santun. kadang orang bertingkah polah bertutur kata untuk mencari perhatian orang lainnya agar disanjung atau ditakuti, oleh sebab itu wajar jika orang-orang tidak suka lalu menjauh dari kita.
 Maka dari itu, maklumi orang-orang yg masih berlaku keras tadi, maafkan jika telah menyakiti perasaan kita. Doakan agar sikap kasar tadi diampuni Allah serta diberi hidayah.
 Namun jika kita belum mampu menerima masalah atau persoalan maka selesaikanlah dgn bertemu(bermusyawarah). Oleh sebab itu bertukar pendapatlah. Kalau ada kesimpang siuran maka samakan pandangannya, kalau ada informasi yg berbeda maka tabbayunkan, klarifikasi dengan cara yg baik(lemah lembut).
 Apapun hasilnya, kita serahkan kepada Allah. kita sikapi saja dgn benar, jika sebagai orang yg tersakiti, maafkan ia. jika sebagai yg menyakiti, perbaiki dan memohon ampun.

wallahua’lam bishawab