MENGAPA HARUS MEMAAFKAN, BERHENTILAH KERAS DAN KASAR SERTA EFEKNYA DI DUNIA

MENGAPA HARUS MEMAAFKAN, BERHENTILAH KERAS DAN KASAR SERTA EFEKNYA DI DUNIA

Allah SWT berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِ ۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
fa bimaa rohmatim minallohi linta lahum, walau kunta fazhzhon gholiizhol-qolbi lanfadhdhuu min haulika fa’fu ‘an-hum wastaghfir lahum wa syaawir-hum fil-amr, fa izaa ‘azamta fa tawakkal ‘alalloh, innalloha yuhibbul-mutawakkiliin

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 159)

 Lemah lembut itu bagian dari rahmat Allah. oleh sebab itu harus diupayakan, jangan membiarkan keadaan diri kita berlaku keras dan berhati kasar. karena orang tidak suka dengan orang yang keras yang sesungguhnya datang dari hati yang kasar.
 Orang yang lemah lembut itu tercermin dari tingkah laku dan lisannya yg memang lembut didengar telinga kita dan terlihat dari tingkah laku kita yang santun. kadang orang bertingkah polah bertutur kata untuk mencari perhatian orang lainnya agar disanjung atau ditakuti, oleh sebab itu wajar jika orang-orang tidak suka lalu menjauh dari kita.
 Maka dari itu, maklumi orang-orang yg masih berlaku keras tadi, maafkan jika telah menyakiti perasaan kita. Doakan agar sikap kasar tadi diampuni Allah serta diberi hidayah.
 Namun jika kita belum mampu menerima masalah atau persoalan maka selesaikanlah dgn bertemu(bermusyawarah). Oleh sebab itu bertukar pendapatlah. Kalau ada kesimpang siuran maka samakan pandangannya, kalau ada informasi yg berbeda maka tabbayunkan, klarifikasi dengan cara yg baik(lemah lembut).
 Apapun hasilnya, kita serahkan kepada Allah. kita sikapi saja dgn benar, jika sebagai orang yg tersakiti, maafkan ia. jika sebagai yg menyakiti, perbaiki dan memohon ampun.

wallahua’lam bishawab